Kontemplasi sebelum tidur

 Bismillah..


Kembali tersadar, bahwa satu kunci agar masalah dunia yg remeh temeh ini tidak masuk dalam hati. Kuncinya yakni ingat kehidupan setelah kematian.

Kita dibenci. Maafkan saja. Karena dihari penghisaban nanti, keadaannya berattttttt. Jadi maafkan saja siapapun untuk memudahkan kita dihari penghisaban.

Kalau kita iri sama yg orang lain miliki. Ingatttt lagi. Bahwa saat meninggal, yg kita "irikan" pada orang lain itu tidak bisa dibawa mattttti. Kecuali iri pada orang yg beramal shaleh ( bertaqwa ) yg dengan perasaan iri itu kita mendorong diri agar berjuang jg melakukan amal shaleh. 


Jadi teringat pernyataan Gus Baha. Beliau itu sebelum tidur banyak banget ritualnya. Mengapa? Karena saat menuju tidur itu adalah saat menuju kematian. Bayangkan, tiap hari Gus Bawa berdoa, berzikir sebelum tidur tiap malam dan ingat mati. Pantesan beliau legowooooo banget, sederhana banget dalam hidup karena beliau ingat pemutus kenikmatan yaitu MATI.

Jadi teringat sabda Rasullullah Saw, apabila seorang anak manusia tahu apa yg aku ketahui niscahya dia akan sedikit tertawa dan banyak menangis. 

Reminder untuk diri adalah : jangan sampai dunia ini melalaikanmu dari mengingat Allah, mengingat kehidupan setelah kematian.....


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi "SALAMA LOKO" dalam pandangan asas Religio Magis Suku Mbojo

MENELIK ASAS KOMUNAL PADA TRADISI MASYARAKAT SUKU MBOJO

TRADISI “MBOLO RASA” MASYARAKAT SUKU MBOJO DALAM NUANSA PANCASILAIS