Tawakal kepada Allah

 Bismillah...

Hari ini, Rabu 6 Mei 2026 jadwal liqo pekanan dilaksanakan. Hari ini berbeda dengan hari biasanya. D'Zaid sebelum berangkat rewel dan sulit dibujuk untuk siap-siap. 

Pukul 10.00 agenda liqo dijadwalkan, namun saya dan suami harus membeli dulu snack, susu dan biskuit D Zaid agar ditempat kegiatan dia lebih tenang.

Bersyukurnya, saat naik motor dia langsung diam dan bahkan tertidur. Meskipun setelahnya masih rewel untuk beberapa kondisi.

Saat berangkat dari rumah menuju toko Snack terdekat, saya teringat tablet tertinggal di rumah. Lokasi detail tempat kegiatan hanya ada di tablet tersebut. Saat itu, suami juga ada jam mengajar, dan jika harus kembali kerumah akan membuat suami jadi lebih terlambat tiba di kampus. Saat itu diam sejenak, tak mengucapkan satu katapun agar tidak menjadi masalah. Lalu dapat Taufik dari Allah untuk berdoa dalam hati, "Bimillahitawakaltuallalallah. Ya Allah hamba tawakal kepadaMu agar bisa sampai di tempat liqo".


Saat itu sempat salah arah. Lalu kemudian sampai dilokasi (blok 10) namun nomor rumahnya saya tidak tahu. Akhirnya suami hanya sampai mengantar di lokasi tsb, dan saya memilih mencari sendiri alamat rumah teman liqo dengan bertanya pada sekelompok ibu-ibu yg duduk di warung.

Kedatangan saya disambut baik dan hangat. Saya dipersilahkan duduk. Dan sayapun bertanya mengenai teman saya tersebut, apakah mereka mengenalnya atau tidak. Mereka tidak mengenal, namun mereka berusaha/berinisiatif menelfon rekan-rekan di komplek yg tinggal di lokasi yg sama. Hampir 3 orang yg mereka telfon, lalu diorang yg mereka telfon ketigalah teman saya dikenal dan diberikan info detail lokasi rumah teman saya tersebut. Lalu, tak sampai disitu. Mereka bahkan berinisiatif mengantar menggunakan motor milik mereka ke lokasi tempat saya liqo tersebut. 


MasyaAllah. Alhamdulillah.

Harini diberi Allah pelajaran:

1. Allah, akan menolong hambaNya yg ingin menuntut ilmuNya. Yg penting kita sungguh-sungguh membuktikan niat belajar itu dengan ikhtiar yg kita mampu.

2. Rintangan sebelum berangkat cukup banyak pekan ini. Tapi karena taufik dari Allah "mau liqo", tekad untuk tetap pergi ternyata Allah mudahkan jalannya. Apakah rintangan tadi ujian ya dariNya? Karena tadi saat anak rewel bisa saja izin agar tidak pergi, lalu ditambah ada cerita lupa alamat. Tapi lagi-lagi Allah berikan Taufik agar menghadapi tantangan tadi dg optimis (Allah pasti tolong). 

3. Dan jika tantangan tadi menjadi alasan untuk tidak liqo, kayaknya rugii sekali sebab ilmu, berkahnya bermajelis dan bertemu saudara tidak bisa diperoleh. Kadang selepas liqo selaluuu ada moment atas izinNya "dapatkan giroh/ semangat bertambah", dan kadang selepas liqo Allah selalu beri sesuatu yg oleh diri tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Alhamdulillahhilladzibini'matihitatimussolihat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tradisi "SALAMA LOKO" dalam pandangan asas Religio Magis Suku Mbojo

"SAMBORI" DALAM HARMONI

MENELIK ASAS KOMUNAL PADA TRADISI MASYARAKAT SUKU MBOJO