Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Kontemplasi sebelum tidur

 Bismillah.. Kembali tersadar, bahwa satu kunci agar masalah dunia yg remeh temeh ini tidak masuk dalam hati. Kuncinya yakni ingat kehidupan setelah kematian. Kita dibenci. Maafkan saja. Karena dihari penghisaban nanti, keadaannya berattttttt. Jadi maafkan saja siapapun untuk memudahkan kita dihari penghisaban. Kalau kita iri sama yg orang lain miliki. Ingatttt lagi. Bahwa saat meninggal, yg kita "irikan" pada orang lain itu tidak bisa dibawa mattttti. Kecuali iri pada orang yg beramal shaleh ( bertaqwa ) yg dengan perasaan iri itu kita mendorong diri agar berjuang jg melakukan amal shaleh.  Jadi teringat pernyataan Gus Baha. Beliau itu sebelum tidur banyak banget ritualnya. Mengapa? Karena saat menuju tidur itu adalah saat menuju kematian. Bayangkan, tiap hari Gus Bawa berdoa, berzikir sebelum tidur tiap malam dan ingat mati. Pantesan beliau legowooooo banget, sederhana banget dalam hidup karena beliau ingat pemutus kenikmatan yaitu MATI. Jadi teringat sabda Rasullullah Saw,...

Adekk

Gambar
  Bismillah..  Dear, Anakku sayang Muhammad Zaid Al-Muthohhar.  Hadirmu adalah yg pernah kami impikan.  Hadirmu sungguh berharga dalam hidup kami.  Nak, mama masih ingat diruang bersalin kala itu. Setelah kita sama-sama berjuang, mama melihat adek begitu berbinar matanya melihat disekeliling. Matamu, hidungmu, pipimu, telingamu, dan seluruh bagian tubuh adek adalah hal berharga yg mama lihat. Kamu Allah hadirkan di bumiNya dengan raga yg sempurna atas kesempurnaanNya. Sejak saat itu mama melihat, jika di dalam kandungan mama masih menerka-nerka bagaimana kamu, saat ini ketika di dunia mama melihatmu langsung, dalam jiwa dan raga yg utuh.  Maka, sebagaimana kau lahir dalam keadaan fitrah. Semoga Mama dan Teta, Allah tolong selalu untuk membersamaimu dalam menjaga, merawat dan menumbuhkan fitrah dalam dirimu. Aamiin.  Nak, InsyaAllah 3 Maret 2026 Adek Zaid sudah tidak "Nenen" lagi sama Mama.  Sejak beberapa hari lalu. Mama mulai 'mellow'. D'Zaid aka...

Kontemplasi [1]

Bismillah.  Kemarin sempat terpikir tentang jalan juang.  Rasanya ga nyangka aja sudah di fase ini. Dengan amanah, peran dan segala macam karunia yg Allah beri.  Ada banyak hal yg aku coba renungkan.  Pertama, tentang 'sesuatu yg aku cari". Dengan peran, karir yg aku jalani ini "apasih sebenarnya" hal esensial yg aku anggap penting dan perlu aku kejar?  Ini menjadi perhatian besar ku beberapa hari ini. Setelah melewati dinamika sosial. Setelah bertemu dengan berbagai macam jenis manusia.  Aku kembali disadarkan pada suatu kenyataan. Bahwa yg perlu kita terus perkuat itu adalah fondasi dalam diri kita. Terus belajar. Hadapi sesuatu yg membutmu tidak maju. Karena pada akhirnya, saat eksternal kita berubah-rubah. Jiwa kita tetap tenang. Pikiran kita tetap jernih. Dan kita kokoh untuk bertahan menggapai apa yg kita sejak awal dituju dalam perjalanan ini.  Rido, Allah.  Ini cukup menjadi muara segalanya. Mencari rido Allah dengan segala yg kita jalani....